Indonesia Berduka, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun, Ini Jejak Pengabdiannya!
Jendral (Purn) TNI Try Sutrisno -Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden-
RADARTVNEWS.COM - Duka menyelimuti Tanah Air. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu mengembuskan napas terakhir pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026) pagi.
Kabar wafatnya sosok jenderal yang dikenal bersahaja ini dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Berdasarkan informasi medis, Try Sutrisno meninggal dunia tepat pukul 06.58 WIB setelah menjalani perawatan intensif.
Kepergian tokoh militer karismatik tersebut bukan sekadar kehilangan bagi keluarga dan kolega, tetapi juga bagi perjalanan panjang sejarah bangsa. Ia adalah figur yang pernah berada di jantung kekuasaan negara pada masa-masa penting republik ini.
Jenazah almarhum rencananya dimandikan di lingkungan RSPAD sebelum disemayamkan di rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Prosesi penghormatan terakhir akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan petinggi TNI, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjangnya kepada negara.
Jejak Pengabdian Sejak Usia Muda
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno tumbuh dalam generasi yang dibentuk oleh semangat perjuangan pascakemerdekaan. Karier militernya dimulai ketika ia diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956.
BACA JUGA:Dua Pekan Dirawat, Ini Penjelasan Keluarga hingga Lokasi Pemakaman Jendral (Purn) Try Sutrisno
BACA JUGA:Tel Aviv Membara! Iran Kirim Serangan Balasan
Nama Try Sutrisno mulai mencuat dalam berbagai penugasan strategis. Hubungannya dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto, terjalin sejak Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. Kedekatan profesional itu berlanjut ketika ia dipercaya menjadi ajudan pribadi Presiden pada 1974—sebuah posisi yang menandai kepercayaan besar dari pucuk pimpinan negara.
Kariernya melesat:
• 1985 – Meraih pangkat Letnan Jenderal dan menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
• 1986 – Diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), menggantikan Jenderal TNI Rudhini.
Di tubuh TNI, ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun rendah hati—perpaduan karakter yang membuatnya disegani sekaligus dihormati.
Mendampingi Soeharto di Puncak Kekuasaan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: