BANNER HEADER DISWAY HD

Mengenal Toxic Relationship, Hubungan Tidak Sehat yang Kerap Tak Disadari

Mengenal Toxic Relationship, Hubungan Tidak Sehat yang Kerap Tak Disadari

ilustrasi-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Istilah toxic relationship semakin sering terdengar, terutama di kalangan remaja dan generasi muda. Hubungan yang seharusnya menjadi tempat bertumbuh dan saling mendukung justru berubah menjadi sumber tekanan emosional, rasa tidak aman, hingga kelelahan mental. Sayangnya, banyak orang yang terjebak dalam Hubungan tidak sehat tanpa benar-benar menyadarinya.

Toxic relationship merupakan kondisi hubungan yang dipenuhi oleh perilaku negatif, seperti manipulasi, kontrol berlebihan, kecemburuan yang tidak wajar, hingga komunikasi yang tidak sehat. Dalam hubungan ini, salah satu pihak atau bahkan keduanya kerap merasa tertekan, tidak dihargai, dan kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental.

Salah satu ciri toxic relationship yang paling umum adalah adanya sikap posesif dan keinginan untuk mengontrol pasangan. Pasangan sering kali menuntut laporan berlebihan, membatasi pergaulan, bahkan mengatur aktivitas sehari-hari. Hal tersebut kerap dibungkus dengan alasan cinta atau kepedulian, padahal pada kenyataannya justru mengekang dan merugikan.

Selain itu, komunikasi yang buruk juga menjadi tanda kuat hubungan toxic. Pertengkaran yang tidak sehat, saling menyalahkan, hingga meremehkan perasaan pasangan sering terjadi. Dalam kondisi ini, salah satu pihak cenderung merasa bersalah terus-menerus dan mengalah demi menghindari konflik, meski harus mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri.

BACA JUGA:Hubungan Tak Sehat: Mengenal Lebih Dalam Toxic Relationship

Dampak toxic relationship tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik dan sosial. Stres berkepanjangan, rasa cemas, menurunnya kepercayaan diri, hingga menjauh dari keluarga dan teman menjadi efek yang kerap muncul. Tak sedikit pula yang mengalami penurunan produktivitas di sekolah maupun tempat kerja akibat tekanan dari hubungan yang tidak sehat.

Para ahli menekankan pentingnya kesadaran diri untuk mengenali tanda-tanda toxic relationship sejak dini. Menjalin komunikasi terbuka, menetapkan batasan yang sehat, serta berani mencari bantuan dari orang terpercaya menjadi langkah awal untuk keluar dari hubungan yang merugikan. Dalam beberapa kasus, mengakhiri hubungan justru menjadi pilihan terbaik demi menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan diri.

Hubungan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, nyaman, serta ruang untuk tumbuh bersama. Oleh karena itu, mengenali dan menghindari toxic relationship menjadi langkah penting agar setiap individu dapat membangun relasi yang lebih positif, saling menghargai, dan mendukung satu sama lain.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: