Kenapa Video Pendek Lebih Mudah Bikin Ketagihan? Ini Penjelasannya!
ilustrasi-foto: Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, video pendek menjadi jenis konten yang paling sering dikonsumsi masyarakat. Platform seperti Tiktok, Instagram reels, hingga Youtube Shourts, sukses menarik perhatian jutaan pengguna setiap harinya. Tanpa disadari, banyak orang menghabisakan waktu berjam-jam hanya untuk menonton video berdurasi belasan detik. Lalu, apa yang membuat video pendek begitu muda bikin ketagiahan?
Durasi Singkat, Kepuasan Instan
Salah satu daya tarik utama video pendek adalah durasinya yang singkat. Dalam waktu kurang dari satu menit, penonton sudah bisa mendapatkan hiburan, informasi, atau emosi tertentu. Otak manusia secara alami menyukasi hal yang cepat dan praktis. Karna tidak membutuhkan komitmen waktu yang lama, video pendek terasa ringan untuk dikonsumsi, sehingga mendorong orang untuk terus menonton tanpa mereka sadari.
Peran Dompain dalam Otak
Setiap kali kita menenmukan video baru yang lucu, relatable, atau menarik, otak akan melepaskan dompain zat kimia yang menimbulkan rasa senang. Sensasi ini membuat kita ingin mengulang pengalaman serupa. Karena video berikutnya muncul secara otomatis, otak terus berharap mendapatkan hadiah dompain yang sama dari konten selanjutnya.
Algoritma yang Semakin Personal
Platform video pendek menggunakan algoritma canggih yang mempelajari kehabisan pengguna. Video yang ditonton sampai habis, disukai, atau dibagikan akan menjadi acuan untuk menampilkan konten serupa. Semakin lama digunakan, semakin sesuai pula video yang muncul dengan minta pribadi. Inilah yang membuat pengguna merasa nyambung atau betah berlama-lama scrolling.
Minim Jeda, Sulit Menghentikan Scroll
Berbeda dengan membaca artikel atau menonton film, video pendek hampir tidak memberikan jeda alami. Sekali layar digeser, konten baru langsung muncul. Ketiadaan batas ini membuat otak sulit menentukan kapan harus berhenti, sehingga waktu terasa berlalu tanpa disadari.
Stimulasi Visual dan Audio yang Intens
Video pendek dirancang untuk menarik perhatian dalam hitungan detik. Visual cepat, teks besar, musik populer, serta suara yang familiar membuat fokus penonton terus terjaga. Kombinasi rangsangan ini membuat otak tetap aktif dan enggan beralih ke aktivitas lain.BACA JUGA:Burnout, Saat Lelah Tak Lagi Sekedar Capek
Efek “Satu Video Lagi”
Karena durasinya singkat, banyak orang berpikir menonton satu video tambahan tidak akan memakan waktu lama. Namun, satu video sering kali berujung pada puluhan video berikutnya. Inilah yang menciptakan ilusi waktu dan membuat kebiasaan menonton menjadi sulit dikontrol.
Perlu Kesadaran dalam Mengonsumsi Konten
Meski video pendek menawarkan hiburan dan informasi yang menyenangkan, konsumsi berlebihan dapat berdampak pada fokus, produktivitas, dan kesehatan mental. Membatasi waktu layar dan lebih sadar saat menggunakan media sosial menjadi langkah penting agar kebiasaan menonton tetap seimbang.
Video pendek pada dasarnya tidak salah. Namun, memahami alasan di balik sifatnya yang adiktif dapat membantu kita menjadi pengguna yang lebih bijak di era digital.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
