BANNER HEADER DISWAY HD

Banjir Parah di New York, Dua Orang Tewas dan Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Banjir Parah di New York, Dua Orang Tewas dan Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Banjir di New York--Tangkapan layar akun TikTok @editkoki (atas) dan @jess.ax1 (bawah)

RADARTVNEWS.COM - Kota New York dan wilayah sekitarnya diguncang hujan ekstrem pada Kamis (30/10/2025) yang memecahkan rekor curah hujan harian dalam lebih dari satu abad, menewaskan dua orang, dan menyebabkan gangguan besar pada penerbangan serta infrastruktur kota.

Menurut data resmi National Weather Service (NWS), kawasan Central Park mencatat curah hujan sebesar 1,85 inci (≈ 4,7 cm) — melampaui rekor sebelumnya 1,64 inci yang tercatat pada tahun 1917. 

Bandara LaGuardia Airport menerima hujan hingga 2,09 inci (≈ 5,31 cm) dan Newark Liberty International Airport mencatat 1,99 inci (≈ 5,05 cm), kedua angka tersebut memecahkan rekor hujan harian di lokasi masing-masing. 

Hujan intens ini berlangsung dalam interval yang sangat singkat—menurut Wali Kota Eric Adams, sebagian besar curah hujan yang diperkirakan akan turun dalam beberapa jam justru terjadi hanya dalam sekitar sepuluh menit. 

Dampak langsung dari fenomena ini sangat serius. Dua orang tewas setelah terjebak di ruang bawah tanah yang terendam di Brooklyn dan Manhattan. Satu korban berasal dari Brooklyn yang mencoba menyelamatkan anjingnya saat kebanjiran, dan satu lagi ditemukan di ruang boiler basement di Manhattan

BACA JUGA:Jamaika Lumpuh Diterjang Badai Melissa, Ribuan Warga Mengungsi

Jalan-jalan utama tergenang, sistem kereta bawah tanah dan stasiun mengalami gangguan, serta ribuan penerbangan dibatalkan atau tertunda di Bandar Udara JFK, LaGuardia, dan Newark. Peringatan banjir kilat (flash flooding) dan peringatan pantai (coastal flood) telah dikeluarkan untuk berbagai wilayah di Bronx, Brooklyn dan Queens oleh NWS. 

BACA JUGA:Air Hujan di Jakarta Terkontaminasi Mikroplastik, BRIN Ungkap Fakta Ilmiahnya

Komisaris New York City Department of Environmental Protection (DEP), Rohit Aggarwala, mengatakan bahwa sistem drainase kota tidak dirancang untuk menghadapi hujan dalam intensitas dan kecepatan seperti ini. “Kita semua tahu perubahan iklim telah membawa badai hujan ekstrem yang tidak pernah dirancang untuk dihadapi oleh infrastruktur kita,” ujarnya. 

Kejadian ini menambah bukti bahwa curah hujan ekstrem semakin sering terjadi di Amerika Serikat bagian timur, dan infrastruktur kota besar seperti New York harus melakukan adaptasi cepat.

Pakar iklim menyebut bahwa suhu laut yang semakin hangat memberi lebih banyak uap air ke atmosfer, sehingga hujan menjadi lebih deras dan sistem drainase kota menjadi kewalahan. 

Pemerintah kota kini fokus pada tahap darurat: evakuasi, pembersihan jalan, perbaikan sistem listrik dan saluran air, serta pemulihan transportasi publik. Wali Kota Adams memperingatkan bahwa meskipun hujan berhenti, genangan air dan kerusakan akibat badai bisa terus memunculkan risiko selama beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: