BANNER HEADER DISWAY HD

Pengawasan Makanan di Sekolah Diperketat, Dinkes Bandar Lampung Turun Tangan

Pengawasan Makanan di Sekolah Diperketat, Dinkes Bandar Lampung Turun Tangan

--istimewa

RADARTVNEWS.COMBandar Lampung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung memperketat pengawasan terhaadap makanan yang beredar di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh para siswa, sekaligus mencegah terjadinya keracunan massal di lingkungan Pendidikan.

Kejadian ini menyoroti celah krusial dalam sistem pengawasan makanan MBK yang harus segera ditambal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menegaskan komitmen untuk memperketat pengawasan terhadap penyedia MBG di sekolah, guna memastikan horror serupa tak terulang.

BACA JUGA:BNNP Lampung Masuk Angin? Pentolan HIPMI Lampung Terbukti Positif Narkoba Dibebaskan

Insiden keracunan massal pada Jumat (29/8/2025) lalu, yang melibatkan dua sekolah di Kecamatan Sukabumi, Adalah cambuk peringatan keras bagi pemerintah kota. Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan kasus keracunan massal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota.

Yang lebih mengejutkan Adalah, hasil uji awal mengungkap fakta mencengangkam: air bersih yang digunakan dalam pengolahan makanan di dapur penyedia makanan MBG untuk siswa positif mengandung bakteri Escherichia coli (E.coli). Bakteri ini, seringkali menjadi indicator kontaminasi feses, Adalah biang keladi di balik masalah pencernaan serius dan dapat mengancam nyawa, terutama pada anak-anak.

Temuan mengerikan ini langsung disampaikan kepada Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan instruksi tegas untuk segera bertindak. Respons cepat pun di ambil, mereka akan menghentikan MBG sementara kegiatan di dapur MBG itu sampai dalam kondisi benar-benar steril dan sesuai standar sanitasi.

BACA JUGA:Pantai Karang Putih: Eksotisme Karang Menjulang di Tanggamus

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat dan pihak sekolah dalam menjaga kesehatan anak-anak sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait