BANNER HEADER DISWAY HD

Pandangan Ilmiah: Apakah Air Hujan Baik untuk Dikonsumsi?

Pandangan Ilmiah: Apakah Air Hujan Baik untuk Dikonsumsi?

Hujan-Foto: Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Air hujan sering dianggap sebagai sumber air alami yang murni karena berasal dari langit tanpa melalui proses industri. Namun, secara ilmiah, kualitas Air hujan tidak selalu sesederhana itu. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah Air hujan aman dan baik untuk dikonsumsi?

Proses Terbentuknya Air Hujan

Air hujan berasal dari siklus hidrologi, yaitu penguapan air dari laut, sungai, danau, maupun permukaan bumi. Uap air kemudian mengembun di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. Secara teori, air hujan yang baru terbentuk adalah air murni (H₂O) tanpa kandungan lain.

Namun, dalam perjalanannya melalui atmosfer, tetesan hujan dapat menyerap partikel, gas, dan polutan yang ada di udara. Inilah yang menyebabkan kualitas air hujan bisa sangat bervariasi tergantung kondisi lingkungan.

Kandungan yang Umum Ditemukan dalam Air Hujan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air hujan bisa mengandung beberapa zat berikut:

1. Debu dan partikel polutan terutama di daerah perkotaan atau industri.

2. Asam sulfat dan asam nitrat yang terbentuk dari emisi sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ), penyebab hujan asam.

3. Mikroorganisme bakteri atau jamur dari udara bisa ikut terbawa dalam tetesan hujan.

4. Mineral alami dalam jumlah kecil, seperti kalsium atau magnesium, tergantung lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Makna Tersembunyi dari Pandangan Islam Terkait Hujan Adalah Berkah

Keamanan Air Hujan untuk Dikonsumsi

Menurut para ahli kesehatan lingkungan, air hujan tidak selalu aman diminum langsung tanpa proses penyaringan atau perebusan. Beberapa alasan utamanya adalah:

a. Risiko kontaminasi polutan udara: di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, air hujan berpotensi mengandung zat berbahaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: