Me Time: Investasi Kecil untuk Kebahagiaan Besar
gambar-Foto: Ist-
RADARTVNEWS.COM — Di tengah laju kehidupan yang semakin cepat dan padat, istilah me time menjadi topik yang semakin sering diperbincangkan. Aktivitas yang berfokus pada diri sendiri ini bukanlah bentuk egoisme, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental, fisik, dan emosional.
Menurut data World Health Organization (WHO), lebih dari 15% populasi dunia mengalami gangguan kecemasan dan depresi, salah satunya disebabkan oleh stres berkepanjangan tanpa jeda istirahat yang memadai. Psikolog klinis di Indonesia, dr. Nisa Rahma, M.Psi, menegaskan bahwa me time adalah “istirahat aktif” yang dapat membantu seseorang mengisi ulang energi mental.
Manfaat Me Time yang Terbukti Secara Ilmiah
Sebuah penelitian dari University of Rochester menyebutkan bahwa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai dapat meningkatkan kadar dopamin, hormon yang berperan dalam menciptakan rasa senang dan memotivasi seseorang. Dampaknya, produktivitas kerja dan kemampuan memecahkan masalah pun ikut meningkat.
Di Indonesia, survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center pada 2024 menunjukkan bahwa 64% responden mengaku merasa lebih segar secara mental setelah meluangkan minimal 30 menit per hari untuk me time. Aktivitasnya beragam, mulai dari membaca buku, berolahraga, mendengarkan musik, hingga sekadar minum kopi sendirian.
Tidak Harus Mahal atau Lama
Banyak orang salah kaprah menganggap me time harus dilakukan dengan liburan panjang atau perawatan spa mewah. Faktanya, menurut Psikolog Universitas Indonesia, Dr. Rini Kusuma, me time justru lebih efektif jika dilakukan rutin meski dalam durasi singkat. “Bahkan 15 menit untuk minum teh hangat sambil bernafas dalam-dalam sudah cukup membantu mengurangi hormon kortisol,” jelasnya.
BACA JUGA:Rekomendasi Coffeshop Cocok Untuk Me Time di Bandar Lampung
Dampak Positif pada Hubungan Sosial
Menariknya, me time tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bagi hubungan sosial. Dengan kondisi mental yang lebih stabil, seseorang cenderung lebih sabar, empatik, dan mampu berinteraksi secara positif dengan orang lain. Hal ini dibuktikan dalam studi Journal of Social and Personal Relationships yang menemukan bahwa individu yang rutin melakukan me time melaporkan tingkat konflik rumah tangga yang lebih rendah.
Me time bukanlah kemewahan, melainkan investasi kecil yang membawa manfaat besar. Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, baik secara rutin maupun insidental, setiap orang dapat menjaga keseimbangan hidup, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hubungan. Dalam dunia yang semakin menuntut kecepatan, memberi jeda untuk diri sendiri bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar pada kebahagiaan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
