Hari AIDS Sedunia 2025, Kemenkes Beberkan Masalah HIV di Indonesia: Banyak yang Positif tapi Tak Berobat
--
RADARTVNEWS.COM - Memperingati World AIDS Day pada 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan memotret situasi HIV di Indonesia dan menemukan masih banyak orang dengan HIV (ODHIV) yang belum mengakses pengobatan rutin. Stigma, ketakutan diketahui keluarga atau lingkungan, serta kurangnya informasi menjadi alasan utama mereka enggan datang ke layanan kesehatan, meski obat antiretroviral (ARV) disediakan gratis oleh pemerintah.
Data terbaru menunjukkan puluhan ribu kasus baru HIV masih tercatat setiap tahun, dengan penyebaran tertinggi di kelompok usia produktif dan sebagian mulai bergeser ke remaja. Di sisi lain, cakupan terapi ARV memang meningkat, tetapi belum sebanding dengan jumlah orang yang seharusnya sudah menjalani pengobatan berdasarkan estimasi nasional. Kondisi ini membuat risiko penularan berantai tetap tinggi, karena orang yang tidak minum obat cenderung memiliki kadar virus lebih besar dalam tubuh.
Kemenkes menekankan bahwa HIV saat ini sudah dapat dikendalikan seperti penyakit kronis lain bila pasien disiplin mengonsumsi ARV seumur hidup. Dengan pengobatan teratur, kadar virus bisa ditekan sampai tidak terdeteksi dan risiko penularan ke pasangan maupun anak dapat ditekan mendekati nol. Karena itu, pesan utama kampanye tahun ini adalah mendorong tes dini, menghapus stigma, dan memastikan siapa pun yang terdiagnosis segera terhubung ke layanan pengobatan.
BACA JUGA:ODHA di Lampung Tembus 10 Ribu, Naik Tajam dan Angkat Lampung ke Peringkat 13 Nasional
Berbagai kegiatan edukasi digelar di banyak daerah, mulai dari tes HIV sukarela di ruang publik, kampanye penggunaan kondom, hingga sosialisasi pencegahan penularan dari ibu ke anak. Pemerintah mengajak tokoh agama, komunitas, dan lembaga pendidikan untuk membuka ruang diskusi yang lebih jujur tentang seks aman dan kesehatan reproduksi, tanpa menghakimi kelompok berisiko.
Kemenkes juga mengingatkan bahwa informasi menyesatkan soal HIV masih banyak beredar di media sosial. Masyarakat diminta merujuk pada fasilitas kesehatan resmi jika ingin berkonsultasi, bukan pada “testimoni penyembuhan” tanpa dasar ilmiah. Di momen Hari AIDS Sedunia 2025 ini, pemerintah menargetkan semakin banyak orang berani tes, berani berobat, dan mendapat dukungan penuh dari keluarga maupun lingkungan kerja.
BACA JUGA:Perubahan Iklim Mengancam: Peningkatan Suhu Berpotensi Perluas Sebaran Nyamuk Malaria
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
